
Tahun ini, The Halal Science Center Universitas Chulalangkorn, Thailand kembali menjadi penyelenggara IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle). Berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Thailand, IMT-GT kali ini disandingkan dengan BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines, East ASEAN Growth Area) Trade Fair 2018. Tema utama kegiatan ini adalah “The Future of Agricultural Product Innovation and Environment”. Konferensi Halal Internasional dalam IMT-GT ke-4 telah diselenggarakan pada 19-22 Juli 2018 di Universitas Prince of Songkla, Thailand.
Salah satu peneliti dari IPB Halal Science Center, mendapatkan kehormatan menjadi pembicara di konferensi tersebut. Beliau adalah Dr. Nancy Dewi Yuliana, peneliti sekaligus dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Materi yang disampaikan berjudul Role of Science in Halal Screening Material for Industry. “Keberadaan dokumen penunjang halal, seperti sertifikat halal, alur proses, COA, dan dokumen lainnya sangat penting bagi industri saat melakukan seleksi bahan baku untuk produk halal”, ungkap Dr. Nancy. Akan tetapi, untuk beberapa kasus, dokumen saja tidak cukup sehingga diperlukan analisis laboratorium, seperti analisis dengan PCR, kromatografi gas, dan ”electronic nose”. Adanya kit deteksi cepat kadar alkohol dan residu babi dapat sangat membantu industri dalam analisis status halal, namun tetap diperlukan konfirmasi secara periodik menggunakan alat yang lebih robust dan sensitif.
Adapula pembicara dari Universitas Chulalangkorn, yakni Founding Director dari Halal Science Center, Assoc. Prof. Winai Dahlan, Ph.D. Beliau menyampaikan gagasannya untuk membuat H-Number Book. Buku tersebut merupakan kumpulan komposisi pangan lengkap dengan status halalnya sehingga memudahkan industri dalam memilih material halal.
Menelusuri sejarah IMT-GT, tahun 2005, saat IMT-GT pertama dilangsungkan, Thailand juga menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Penyelenggaraan IMT-GT berikutnya, yakni pada tahun 2008 diadakan di Institut Pertanian Bogor dan pada tahun 2009 di Universiti Putra Malaysia. Indonesia, Malaysia, dan Thailand merupakan negara bertetangga dengan kedekatan sejarah, budaya, dan bahasa serta hubungan ekonomi yang dinamis dan berkembang.
Thailand bagian selatan dan Malaysia bagian utara berbagi perbatasan darat, sementara dengan Sumatera, Indonesia, hanya terpisah oleh Selat Malaka. Subregional program IMT-GT bertujuan menstimulasi perkembangan ekonomi di provinsi yang kurang berkembang di tiga negara partisipan dan halal merupakan salah satu aspek penting yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Hasil studi Thompson Reuter menunjukkan ekonomi berbasis produk halal berkembang dengan nilai lebih dari 150 miliar dolar pada tahun 2016.


Comments
Satu tanggapan untuk “Dr. Nancy Dewi Yuliana, Peneliti HSC IPB di International Halal Conference IMT-GT Ke-4”