Prospek Industri Halal di Indonesia dan Dunia

Webinar Series 4 – Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19: HIMAGRON IPB

“Prospek Industri Halal di Indonesia dan Dunia”

Adanya pandemic covid-19 menimbulkan sejumlah permasalahan yang multidimensi, tidak hanya krisis kesehatan, tetapi juga mengancam stabilitas pangan dunia. Ada beberapa negara eksportir pangan seperti Vietnam, Thailand, India, dan China, yang mengurangi kuota ekspor pangan untuk mengamankan stok di negaranya sendiri. Terlebih satu per tiga sumber pangan dunia, diproduksi oleh petani kecil dan menengah, sehingga ada 500 juta penduduk dunia yang berisiko jatuh miskin. Resiko ini juga akan berpengaruh besar pada negara Indonesia, sebagai negara pengimpor pangan terbesar dan mengalami keterlambatan ekonomi yang dapat menyebabkan krisis dalam waktu dekat. Langkah antisipasi yang harus dilakukan adalah menumbuhkan kekuatan atau ketahanan pangan untuk mengajak konsumen memakai produk dalam negeri, sehingga dapat menjadi lebih kompetitif dari negara lain, dan dapat membangun pasar baru di Indonesia.

 

Walaupun banyak sektor industri yang terimbas oleh Covid-19, namun industri halal tidak banyak berimbas, ada yang cenderung meningkat dan ada juga yang mengalami sedikit penurunan. Industri halal memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagai negara mayoritas muslim. Terlebih, industri halal tengah menjadi sorotan saat era normal baru, ketika kebersihan dan higienitas menjadi prioritas saat ini. Dengan adanya UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang menjadi pijakan, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi taget pasar dunia, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri halal.

 

Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Holtikultura (HIMAGRON) telah melaksanakan webinar dengan tema “Strategi Ketahanan Pangan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19” pada hari Selasa (04/08/2020) melalui Zoom dan siaran langsung melalui platform Youtube Himagron. Materi disampaikan oleh narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Dr. Feri Kusnandar dari Pusat Kajian Sains Halal IPB; Prof. Dr. Irwandi Jaswir, MSc selaku Koordinator Riset Pusat Halal Industri Universitas Islam International Malaysia; dan Muzakkir selaku Direktur Utama PD PAsar Pakuan Jaya Bogor, serta Arie Mufti selaku Anggota Dewan Riset Daerah Jakarta sebagai host pada acara ini. Pembahasan meliputi Prospek Industri Halal di Indonesia dan di dunia, Peran Para Cendekiawan dalam menghasilkan Inovasi Pangan Halal, dan Pasar 4.0 Peluang Usaha Muda di Masa Depan untuk mendukung Pangan Halal.

“Potensi industri halal di masa pandemic ini sangat besar, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Industri halal bukan hanya berbicara tentang agama, tetapi agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya, sehingga kita harus meningkatkan kualitas produknya. Kita perlu menciptakan ekosistem halal mulai dari produksi, service, infrastruktur, government support dan human capital” Ujar Prof. Dr. Irwandi Jaswir, MSc selaku Koordinator Riset Pusat Halal Industri di Malaysia.

Beberapa hal terkait isu industri halal meliputi 3 hal utama, yaitu : bahan baku, proses, dan penerapan sistem jaminan halal (autentikasi). Indonesia yang sudah sangat kaya raya dengan sumber pangan (tanaman, hewan, hasil laut, dan lainnya) harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Disinilah peran penting para cendekiawan dalam inovasi pangan halal dengan menghasilkan riset untuk meningkatkan nilai tambah bahan pangan menjadi produk pangan halal yang berkualitas, serta memanfaatkan teknologi dalam pengolahan  bahan pangan.

Selain inovasi di bidang industri halal, peran pasar juga sangat penting. Proses transaksi antara pedangang dan pembeli juga harus diperhatikan, diantaranya pengecekan dagangan di pasar harus sesuai dengan standar dan tera ulang timbangan oleh pihak berwenang. Pasar juga harus bisa berkembang demi mendukungnya industri halal, yaitu dengan memanfaatkan peluang teknologi yang dapat memudahkan masyarakat membeli produk halal secara daring.

Selain itu, peran pemerintah juga sangat penting dalam pertumbuhan industri halal. Perlu adanya perhatian yang lebih untuk membangun industri halal, dan tidak hanya fokus di sertifikasi halal saja. Dengan adanya sentuhan inovasi, suatu produk yang sederhana bisa menjadi produk yang marketable (memiliki peluang dijual).

 

Siaran ulang webinar dapat dilihat pada link berikut :